64 Tahun OII Jakarta, Tantangannya Bukan Sekadar Cetak Lulusan tapi Siapkan SDM untuk Laut Masa Depan

PENDIDIKAN 08 Sep 2026 08:41 4 min read 39 views By Yusnadi

Share berita ini

64 Tahun OII Jakarta, Tantangannya Bukan Sekadar Cetak Lulusan tapi Siapkan SDM untuk Laut Masa Depan
Dies Natalis ke-64 OII Kampus Jakarta, Senin (7/9/2026), dengan mengusung tema “Towards a Green Campus, Blue Food, and Sustainable Fisheries.”

JAKARTA, ZATERANEWS.COM — Indonesia memiliki laut yang luas dan potensi perikanan yang besar. Namun, kekayaan tersebut tidak otomatis menjadi kekuatan ekonomi jika tidak ditopang sumber daya manusia yang mampu mengelolanya dengan teknologi, inovasi, dan prinsip keberlanjutan.

 

Tantangan itulah yang kini dihadapi Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Jakarta–Politeknik Ahli Usaha Perikanan saat memasuki usia 64 tahun.

 

Momentum tersebut diperingati melalui Dies Natalis ke-64 OII Kampus Jakarta, Senin (7/9/2026), dengan mengusung tema “Towards a Green Campus, Blue Food, and Sustainable Fisheries.”

 

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun lembaga pendidikan, momentum tersebut menjadi penegasan arah pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin cepat.

 

64 Tahun dan Tantangan yang Berubah

 

Direktur Eksekutif OII sekaligus Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), I Nyoman Radiarta, mengatakan perjalanan 64 tahun harus menjadi pijakan untuk terus melakukan pembenahan.

 

OII Kampus Jakarta merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di Indonesia. Bahkan, lembaga pendidikan tersebut telah berdiri satu tahun lebih awal dibandingkan Institut Pertanian Bogor.

Namun usia panjang bukan alasan untuk berhenti beradaptasi.

 

Transformasi OII kini diarahkan pada penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas dan daya saing SDM kelautan dan perikanan agar mampu menjawab kebutuhan zaman.

 

Sebab, tantangan sektor kelautan saat ini tidak lagi hanya soal bagaimana menangkap dan membudidayakan ikan.

 

Teknologi, produktivitas, hilirisasi, pangan biru dan keberlanjutan menjadi bagian dari kompetensi yang harus dikuasai generasi baru tenaga kelautan dan perikanan.

 

D3 Disiapkan untuk Lapangan, D4 Dorong Teknologi

 

Penguatan pendidikan OII diarahkan melalui jenjang Diploma III (D3) dan Diploma IV (D4) dengan orientasi kompetensi yang berbeda.

 

Program D3 diarahkan untuk menghasilkan tenaga terampil yang siap masuk dunia kerja dan mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha serta industri.

 

Sementara jenjang D4 lebih diarahkan pada penguatan sains, teknologi dan riset sektor kelautan dan perikanan.

 

Pola tersebut menempatkan pendidikan vokasi bukan sekadar ruang belajar teori, tetapi sebagai jembatan antara kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.

 

Lulusan diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kemampuan yang benar-benar dibutuhkan industri dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

 

“Kita Tidak Bisa Bekerja Sendiri”

 

Nyoman menegaskan bahwa membangun SDM kelautan dan perikanan tidak dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan secara sendiri.

 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” ujar Nyoman.

 

Karena itu, OII Kampus Jakarta terus didorong memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, memperluas ruang pengembangan kompetensi, serta mendorong inovasi dan riset.

 

Langkah tersebut menjadi penting karena perubahan di sektor kelautan berlangsung cepat. Pendidikan yang tidak terhubung dengan kebutuhan lapangan berisiko menghasilkan lulusan yang tertinggal dari perkembangan industri.

 

Laut Indonesia Butuh SDM, Bukan Hanya Potensi

 

Peringatan Dies Natalis ke-64 OII Kampus Jakarta juga diisi sejumlah kegiatan, mulai dari senam bersama, drum band, karnaval, tarian Betawi, penanaman padi dalam galon, pemberian penghargaan bagi pegawai purna bakti dan pegawai terbaik, pameran produk kelautan dan perikanan hingga mini soccer.

 

Namun, di balik perayaan tersebut terdapat pekerjaan yang jauh lebih besar.

 

Indonesia membutuhkan SDM kelautan dan perikanan yang mampu mengubah potensi laut menjadi kekuatan ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutannya.

 

Karena itu, usia 64 tahun bagi OII Kampus Jakarta bukan sekadar catatan perjalanan.

 

Ini adalah momentum untuk memastikan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi industri, menguasai teknologi, menghasilkan inovasi dan memahami bahwa kekayaan laut harus dikelola untuk jangka panjang.

 

Laut Indonesia punya potensi besar. Tetapi masa depan laut sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelolanya.

 

Di titik itulah, 64 tahun perjalanan OII Kampus Jakarta menemukan relevansinya: bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi menyiapkan manusia yang mampu menjaga sekaligus mengembangkan masa depan ekonomi laut Indonesia. (*)

Zatera News