Dandim 1406/Wajo Turun Tangan, Keluhan Warga Soal Lahan Pemakaman di Wajo Riaja Mulai Temukan Jalan Keluar

TERKINI 24 Jul 2026 21:41 2 min read 106 views By admin

Share berita ini

Dandim 1406/Wajo Turun Tangan, Keluhan Warga Soal Lahan Pemakaman di Wajo Riaja Mulai Temukan Jalan Keluar
Ia menjelaskan, bangunan Kopdes Merah Putih yang sempat menjadi perbincangan warga sebenarnya tidak berdiri di atas lahan pemakaman. Bangunan tersebut berada di lahan milik pemerintah yang letaknya berdampingan dengan area pekuburan dan pembangunannya telah melalui kesepakatan sebelumnya.

WAJO, ZATERANEWS.COM – Keluhan warga Desa Wajo Riaja, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, terkait keterbatasan lahan pemakaman umum mulai mendapat perhatian serius. Setelah polemik keberadaan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di sekitar area pekuburan menjadi sorotan masyarakat, Komandan Kodim (Dandim) 1406/Wajo Letkol Inf Harianto S.IP menyatakan siap turun tangan memfasilitasi komunikasi antara warga dan pemerintah desa.

 

Menurut Harianto, kebutuhan akan lahan pemakaman yang lebih memadai merupakan persoalan yang harus segera dicarikan solusi mengingat kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada saat ini sudah semakin padat dan tidak lagi mampu menampung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

 

"Kami akan membantu dan memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dengan Pemerintah Desa Wajo Riaja. Harapan warga terkait penambahan lahan pemakaman tentu menjadi perhatian bersama dan akan kami koordinasikan agar dapat ditemukan solusi terbaik," ujar Harianto kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

 

Ia menjelaskan, bangunan Kopdes Merah Putih yang sempat menjadi perbincangan warga sebenarnya tidak berdiri di atas lahan pemakaman. Bangunan tersebut berada di lahan milik pemerintah yang letaknya berdampingan dengan area pekuburan dan pembangunannya telah melalui kesepakatan sebelumnya.

 

"Perlu dipahami bahwa bangunan Kopdes tidak berada di area makam maupun di tengah-tengah pekuburan. Lokasinya berada di lahan pemerintah yang berbatasan dengan area pemakaman. Selain itu, kawasan tersebut merupakan wilayah padat penduduk sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan lokasi pembangunan," jelasnya.

 

Meski demikian, Harianto mengakui bahwa kondisi TPU yang ada saat ini memang sudah sangat terbatas. Karena itu, aspirasi warga untuk memperoleh tambahan lahan pemakaman dinilai wajar dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

 

"Faktanya, lahan pemakaman yang ada sekarang sudah sangat padat dan kapasitasnya semakin terbatas. Aspirasi masyarakat ini patut dibantu dan difasilitasi. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari jalan keluar yang terbaik," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Wajo Riaja, Haji Arafah Daga, menyatakan pemerintah desa akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut. Ia memastikan upaya koordinasi akan dilakukan guna membahas kemungkinan penambahan lahan pemakaman umum bagi warga.

 

"Kami akan melakukan koordinasi dan membicarakan hal ini bersama pihak terkait untuk mencari solusi atas kebutuhan masyarakat terkait lahan pemakaman," singkatnya.

 

Perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap persoalan ini diharapkan dapat menghadirkan solusi konkret bagi warga Desa Wajo Riaja, sekaligus mengakhiri kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan lahan pemakaman di masa mendatang.

Zatera News