Gas Melon Sulit Dicari, Warga Gowa Terpaksa Kembali Pakai Kayu Bakar

GOWA 06 Sep 2026 21:49 3 min read 31 views By Tim Redaksi

Share berita ini

Gas Melon Sulit Dicari, Warga Gowa Terpaksa Kembali Pakai Kayu Bakar
Sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa. Kondisi ini membuat masyarakat harus berkeliling mencari gas bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, bahkan sebagian terpaksa kembali menggunakan kayu bakar.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa. Kondisi ini membuat masyarakat harus berkeliling mencari gas bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, bahkan sebagian terpaksa kembali menggunakan kayu bakar.

 

Keluhan itu salah satunya datang dari warga di Jalan Pallantikang, Kelurahan Katangka. Mereka mengaku kesulitan menemukan LPG 3 kilogram di pangkalan maupun tempat penjualan yang biasa mereka datangi.

 

“Kasihan, bagaimana mi ini kalau gas 3 kilo sudah tidak ada. Kita mau cari dan beli di mana,” ujar seorang warga, Minggu (6/9/2026).

 

Warga lainnya mengaku telah berkeliling sejak pagi untuk mencari gas bersubsidi, namun belum berhasil mendapatkannya.

 

“Sudah keliling cari gas 3 kilo dari pagi, tapi sampai sekarang belum dapat. Terpaksa kami masak pakai kayu yang dikumpul-kumpul untuk memasak,” keluhnya.

 

Kondisi tersebut mulai menimbulkan keresahan karena LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan utama bagi sebagian besar rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro. Ketika stok sulit diperoleh, warga tidak memiliki banyak pilihan selain mencari ke lokasi lain atau menggunakan bahan bakar alternatif.

 

Tidak hanya rumah tangga, dampak juga berpotensi dirasakan oleh pedagang makanan dan pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas produksinya pada LPG bersubsidi. Jika kondisi berlangsung dalam waktu lama, biaya operasional usaha dapat meningkat dan berujung pada kenaikan harga jual produk.

 

Meski demikian, situasi yang terjadi belum dapat disimpulkan sebagai kelangkaan LPG 3 kilogram secara menyeluruh di Kabupaten Gowa. Persoalan yang muncul di lapangan bisa berkaitan dengan distribusi, peningkatan permintaan, atau ketersediaan stok pada tingkat pangkalan.

 

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pernah melakukan penguatan pasokan LPG 3 kilogram melalui program extra dropping di sejumlah daerah yang mengalami peningkatan kebutuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

 

Karena itu, apabila stok LPG secara regional tersedia namun masyarakat di wilayah tertentu masih mengalami kesulitan memperoleh gas bersubsidi, maka distribusi hingga tingkat pangkalan perlu menjadi perhatian serius.

 

Selain berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat pengecer, kondisi ini juga dapat mendorong masyarakat melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran stok semakin sulit diperoleh. Situasi tersebut berisiko mempercepat habisnya pasokan di lapangan dan memperburuk persepsi kelangkaan.

 

Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memastikan kondisi pasokan dan distribusi LPG 3 kilogram agar kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal.

 

Terkait keluhan warga tersebut, Kepala Bidang Perdagangan dan Industri Kabupaten Gowa telah dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi ketersediaan dan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Gowa.

 

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Penjelasan dari pemerintah dinilai penting untuk memastikan apakah persoalan yang terjadi disebabkan gangguan distribusi, lonjakan permintaan, keterlambatan pasokan, atau faktor lainnya. (*)

Zatera News