Gowa Jadi Pusat Kemah Madrasah Sulsel, 2.389 Pramuka Berkumpul di Cadika
GOWA, ZATERANEWS.COM — Kabupaten Gowa menjadi pusat pertemuan ribuan Pramuka Madrasah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan melalui Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulsel 2026.
Sebanyak 2.389 peserta memadati Bumi Perkemahan H.M. Yasin Limpo Cadika Gowa dalam kegiatan yang berlangsung pada 2–5 September 2026. Mereka terdiri atas 1.089 peserta golongan Penggalang dan 1.300 peserta golongan Penegak.
Kepercayaan menjadikan Gowa sebagai tuan rumah dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan madrasah dan gerakan kepramukaan.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang menghadiri pembukaan kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan atas penunjukan Kabupaten Gowa sebagai lokasi pelaksanaan kemah tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, KPMP bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan para peserta.
“Kita berharap Kemah Madrasah ini dapat menghadirkan generasi muda yang tangguh ke depan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan dan Gowa senantiasa siap menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Darmawangsyah.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Gowa mengirimkan 27 regu peserta, jumlah yang disebut menjadi salah satu yang terbanyak dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, menegaskan KPMP 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda madrasah yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kegiatan berkumpul, tetapi bagaimana meningkatkan potensi pembinaan Penggalang dan Penegak serta membentuk generasi muda yang memiliki kemandirian dan kemampuan bekerja sama,” katanya.
Selain pembinaan karakter dan kepemimpinan, peserta juga didorong membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan penghijauan selama perkemahan berlangsung.
“Manfaatkan perkemahan ini sebaik-baiknya. Bangun persahabatan dan pengalaman, cintai lingkungan, tanam pohon dan pelihara,” pesan Ali Yafid.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Ishak Iskandar, yang mewakili Gubernur Sulsel, menilai kemah madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, berjiwa sosial, memiliki kepemimpinan, serta cinta tanah air.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, pembina Pramuka, pendamping, dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar perkemahan biasa, tetapi wadah pembinaan karakter, iman dan takwa serta pengembangan jiwa kepemimpinan anak-anak madrasah,” ujarnya.
Melalui KPMP 2026, Gowa tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter ribuan pelajar madrasah yang dipersiapkan menjadi generasi mandiri, tangguh, berjiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai kebangsaan. (*)
Related Articles