HNSI Gowa Dorong Wisata Maritim dan Penataan Pesisir, Wabup: Harus Berdampak pada PAD

GOWA 28 Jul 2026 20:18 3 min read 119 views By FZ

Share berita ini

HNSI Gowa Dorong Wisata Maritim dan Penataan Pesisir, Wabup: Harus Berdampak pada PAD
Dewan Penasehat HNSI Gowa, Dr. Indro Cahyo, mengungkapkan bahwa kawasan pesisir dan bantaran Sungai Jeneberang hingga Barombong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis sungai dan kuliner.

GOWA, ZATERANEWS.COM – Potensi sektor kelautan, perikanan, dan wisata pesisir menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gowa dengan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Selasa (28/7/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, HNSI Gowa menyampaikan sejumlah gagasan pengembangan kawasan maritim yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Salah satu program yang diusulkan adalah penyelenggaraan lomba perahu tradisional sebagai upaya mengangkat sejarah dan budaya maritim Kabupaten Gowa. Selain itu, HNSI juga mendorong pembangunan kawasan sandar kapal nelayan yang lebih luas dan terpusat guna meningkatkan aktivitas ekonomi sektor perikanan.

 

Dewan Penasehat HNSI Gowa, Dr. Indro Cahyo, mengungkapkan bahwa kawasan pesisir dan bantaran Sungai Jeneberang hingga Barombong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis sungai dan kuliner.

 

"Banyak titik penyeberangan seperti di Barombong maupun Sungai Jeneberang yang berpotensi dikembangkan menjadi dermaga kuliner dan kawasan wisata. Ke depan juga direncanakan penghijauan di sepanjang sempadan sungai agar kawasan tersebut semakin menarik dan ramai dikunjungi masyarakat," ujarnya.

 

Tak hanya itu, HNSI Gowa juga mengusulkan pengembangan tiga pulau buatan di kawasan Danau Mawang sebagai destinasi wisata baru yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.

 

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap setiap gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan berpotensi meningkatkan PAD Kabupaten Gowa.

 

"Pada prinsipnya kami mendukung harapan dan masukan dari HNSI. Diskusi seperti ini penting agar setiap program dapat dikaji bersama. Memang selama ini Gowa belum menjadikan sektor kelautan sebagai sumber utama PAD, tetapi masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan," kata Darmawangsyah.

 

Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap program harus disusun secara matang, realistis, dan melalui koordinasi dengan instansi terkait agar dapat direalisasikan sesuai aturan yang berlaku.

 

Menurutnya, beberapa kawasan yang diusulkan berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sehingga membutuhkan koordinasi lintas lembaga sebelum dapat dikembangkan.Darmawangsyah juga mendorong HNSI untuk memperkuat komunikasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Gowa, termasuk menjajaki peluang pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Bontomarannu serta kerja sama pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemerintah Kabupaten Gowa.

 

Ia berharap program yang diusulkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir dan mendukung peningkatan pendapatan daerah.

 

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD HNSI Sulawesi Selatan Indar Wijaya, Wakil Ketua DPC HNSI Gowa Bahtiar Abdullah, A. Makkarateng, S.St.Pi, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Zatera News