Jembatan Gantung Buakkang Capai 88 Persen, Warga Bungaya Segera Nikmati Akses Baru
GOWA, ZATERANEWS.COM — Harapan masyarakat Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, untuk menikmati akses transportasi yang lebih aman dan mudah kini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V yang membentang di atas aliran Sungai Lambere telah mencapai progres 88 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pengerjaan lanjutan jembatan tersebut dilakukan secara gotong royong oleh personel gabungan dari Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, serta masyarakat setempat, Kamis (10/9/2026).
Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi penghubung vital yang membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Gotong Royong Percepat Penyelesaian Jembatan
Suasana kebersamaan tampak mewarnai lokasi pembangunan. Personel TNI dan warga bekerja berdampingan menyelesaikan berbagai tahapan konstruksi agar jembatan dapat segera difungsikan.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya mengandalkan tenaga teknis, tetapi juga semangat kebersamaan masyarakat yang ingin melihat daerahnya berkembang.
Dengan progres yang telah mencapai 88 persen, penyelesaian jembatan kini tinggal menunggu tahapan akhir sebelum dapat dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat.
Dandim Tekankan Keselamatan Kerja
Dari tempat terpisah, Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.
Ia menegaskan pentingnya menjaga faktor keamanan dan keselamatan selama proses pengerjaan berlangsung agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian, tetapi juga dari kualitas pekerjaan serta keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Buka Akses Ekonomi dan Pendidikan
Bagi warga Desa Buakkang, jembatan ini memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar sarana penyeberangan.
Selama ini, akses menuju sejumlah wilayah di sekitar Sungai Lambere menjadi tantangan tersendiri, terutama saat debit air meningkat. Kehadiran jembatan gantung akan mempermudah aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, hingga pelayanan sosial dan kesehatan.
Jembatan tersebut diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Bungaya.
Warga Menanti Peresmian
Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jembatan terlihat semakin tinggi seiring mendekatnya penyelesaian proyek.
Warga berharap jembatan gantung itu dapat segera rampung dan difungsikan sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, serta hubungan sosial antarwarga dapat berjalan lebih lancar.
Bagi masyarakat Desa Buakkang, rampungnya jembatan ini bukan hanya menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga membuka harapan baru bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di wilayah mereka. (*)
Related Articles