Sambut HUT RI ke-81, LDII Sulsel dan PMI Makassar Ajak Warga Berbagi Kehidupan Lewat Donor Darah

MAKASSAR 11 Aug 2026 17:12 2 min read 83 views By Abdul Rahman

Share berita ini

Sambut HUT RI ke-81, LDII Sulsel dan PMI Makassar Ajak Warga Berbagi Kehidupan Lewat Donor Darah
Aksi donor darah yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan PMI Kota Makassar itu mengusung tema “Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga”. Pelaksaaan di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah di Jalan Berua Raya, Makassar, Minggu (9/8/2026).

MAKASSAR, ZATERANEWS.COM — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan warga memadati area Pondok Pesantren Roudhotul Jannah di Jalan Berua Raya, Makassar, Minggu (9/8/2026). Mereka datang bukan untuk mengikuti perlombaan atau seremoni kemerdekaan, melainkan untuk berbagi harapan melalui setetes darah.

 

Aksi donor darah yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan PMI Kota Makassar itu mengusung tema “Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga”. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara memaknai kemerdekaan melalui kepedulian terhadap sesama.

 

Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Daeng Ical, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang sederhana tetapi memiliki manfaat besar bagi kehidupan orang lain.

 

“Donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa ditiru kelompok, komunitas maupun organisasi lain,” ujarnya.

 

Menurut anggota Komisi I DPR RI tersebut, donor darah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menumbuhkan budaya berbagi.

 

Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, H. Asdar Mattiro, menilai momentum kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial. Baginya, membantu sesama juga merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan.

 

“Tujuan utama kegiatan donor darah ini adalah memberikan kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di bidang kemanusiaan. Kita menyumbangkan darah untuk membantu keberlangsungan hidup orang lain yang membutuhkan,” kata Asdar.

 

Ia menegaskan, nilai-nilai kepedulian yang selama ini diajarkan dalam pembinaan keagamaan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Donor darah menjadi salah satu bentuk sederhana namun memiliki dampak besar bagi mereka yang membutuhkan.

 

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengajian akbar LDII tersebut juga menjadi simbol kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan. Melalui kerja sama itu, semangat gotong royong dan solidaritas sosial diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.

 

Lebih dari sekadar agenda menjelang HUT RI, donor darah ini membawa pesan bahwa kemerdekaan dapat diisi dengan tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebab, di balik setiap kantong darah yang terkumpul, tersimpan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk tetap hidup.

 

Setetes darah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seseorang yang membutuhkan transfusi, itu bisa menjadi kesempatan untuk melanjutkan hidup. Di situlah semangat kemerdekaan menemukan maknanya: hadir dan bermanfaat bagi sesama.

Zatera News