Bone Siaga Kemarau, Bupati Minta Camat Aktifkan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran hingga Masjid

BONE 21 Aug 2026 20:52 3 min read 52 views By Yusnadi

Share berita ini

Bone Siaga Kemarau, Bupati Minta Camat Aktifkan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran hingga Masjid
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan, kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di kawasan permukiman, lahan pertanian, perkebunan hingga hutan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

BONE, ZATERANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bone meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran di tengah kondisi cuaca kering yang dipicu musim kemarau panjang dan potensi dampak fenomena El Nino.

 

Langkah tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Edaran Bupati Bone Nomor 100.3.3/1608/Set tertanggal 20 Agustus 2026 yang menginstruksikan seluruh camat untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

 

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan, kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di kawasan permukiman, lahan pertanian, perkebunan hingga hutan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

 

“Memasuki kemarau panjang atau El Nino, kita harus meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca yang kering sangat mudah memicu terjadinya kebakaran. Saya mengimbau seluruh masyarakat Bone untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” ujar Andi Asman Sulaiman, Kamis (20/8/2026).

 

Dalam surat edaran tersebut, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang kerap bermula dari hal-hal sederhana di lingkungan rumah tangga.

 

Warga diimbau memeriksa instalasi listrik secara berkala, mengganti kabel yang rusak atau tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), serta memastikan kompor, regulator gas dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah maupun saat beristirahat.

 

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan steker listrik secara bertumpuk karena dapat menimbulkan panas berlebih dan memicu korsleting listrik.

 

Sebagai langkah antisipasi, setiap rumah tangga maupun tempat usaha dianjurkan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau peralatan pemadam sederhana yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat.

 

Selain itu, Bupati Bone menegaskan larangan membuka lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area yang dipenuhi semak atau rumput kering.

 

Aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka juga diminta dihentikan atau dilakukan dengan pengawasan ketat, terutama saat kondisi angin kencang.

 

“Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita bergerak. Masyarakat harus terus diingatkan agar berhati-hati dan waspada terhadap segala potensi yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

 

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Bupati Bone meminta seluruh camat mengoptimalkan berbagai saluran komunikasi, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan hingga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan pemadam kebakaran, serta pengurus masjid.

 

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai sarana penyampaian pesan-pesan keselamatan kepada masyarakat sehingga sosialisasi pencegahan kebakaran dapat menjangkau lebih banyak warga.

 

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, saya meminta seluruh camat untuk aktif mengingatkan masyarakat. Sampaikan juga melalui masjid-masjid di wilayah masing-masing agar pesan ini benar-benar sampai kepada masyarakat,” katanya.

 

Tak hanya fokus pada edukasi, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan juga diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengaktifkan kembali posko kesiapsiagaan.

 

Jalur komunikasi darurat harus dipastikan berjalan efektif agar masyarakat dapat segera melaporkan kejadian kebakaran maupun titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

 

Bupati Bone menegaskan bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

 

“Pemerintah bersama seluruh jajaran tingkat kecamatan, desa dan kelurahan harus aktif melakukan pencegahan, sosialisasi dan patroli di wilayah rawan. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.

 

Pemkab Bone berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan pemadam kebakaran dan warga dapat memperkuat budaya kewaspadaan sehingga potensi kebakaran selama musim kemarau dapat dicegah sedini mungkin.

 

Sebab, seperti pesan yang terus digaungkan pemerintah daerah, lebih baik mencegah daripada kehilangan. (*)

Zatera News