Wabup Bone Buka VORCEA 2026, Ingatkan Pelajar: Jangan Jadikan Piala sebagai Tujuan Utama

BONE 09 Sep 2026 18:04 4 min read 31 views By Yusnadi

Share berita ini

Wabup Bone Buka VORCEA 2026, Ingatkan Pelajar: Jangan Jadikan Piala sebagai Tujuan Utama
Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, membuka VORCEA Sulawesi Selatan 2026 di Lapangan Sepak Bola Makkulahu Tanabatue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Selasa (8/9/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM — Volunteer of Red Cross Competition Camp (VORCEA) 2026 bukan sekadar arena perebutan gelar juara. Pemerintah Kabupaten Bone ingin kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa kemanusiaan, memiliki kepemimpinan, serta siap hadir membantu sesama saat dibutuhkan.

 

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, saat membuka VORCEA Sulawesi Selatan 2026 di Lapangan Sepak Bola Makkulahu Tanabatue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Selasa (8/9/2026).

 

Mengusung tema “Harmoni Kemanusiaan dan Kolaborasi”, kegiatan yang digelar PMR Unit 016 SMAN 22 Bone tersebut diikuti 31 kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, serta berlangsung pada 7 hingga 13 September 2026.

 

Karakter dan Kepedulian Sosial Jadi Fokus

 

Menurut Andi Akmal, pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Sekolah juga memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, memiliki empati sosial, dan mampu menjawab tantangan zaman.

 

“Pendidikan pada hakikatnya bukan hanya melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat, unggul secara intelektual, psikologis dan fisik, mampu menguasai teknologi, serta memiliki karakter yang kuat,” ujar Andi Akmal.

 

Ia menilai masa SMA merupakan periode penting dalam pembentukan kepribadian dan kepemimpinan generasi muda. Karena itu, berbagai kegiatan organisasi seperti PMR, Pramuka, jurnalistik, hingga organisasi kesiswaan lainnya harus terus mendapat ruang berkembang.

 

“Masa SMA adalah masa pembentukan yang sangat menentukan masa depan. Dari sinilah kemampuan, pengalaman, dan karakter kepemimpinan mulai dibentuk,” tambahnya.

 

Jangan Terjebak Berburu Piala

 

Pesan senada disampaikan Kepala Seksi Bidang SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Dr. H. Sabil Zakaria, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III sekaligus Ketua PMI Kabupaten Bone.

 

Menurutnya, VORCEA tidak hanya menguji keterampilan kepalangmerahan peserta, tetapi juga menjadi sarana membangun mental, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

 

Ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai orientasi utama.

 

“Silakan berlomba sebaik-baiknya, tetapi jangan menjadikan piala sebagai tujuan utama. Ikuti aturan, jaga sportivitas, dan tanamkan tujuh prinsip gerakan Palang Merah,” tegas Sabil.

 

Baginya, kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh dari gerakan Palang Merah Remaja.

 

SMAN 22 Bone Tunjukkan Kapasitas Jadi Tuan Rumah

 

Kepala UPT SMAN 22 Bone, Cahaya, menyambut positif kehadiran puluhan kontingen dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

 

Ia mengatakan VORCEA menjadi wadah mempererat silaturahmi, mengasah keterampilan, memperkuat kepemimpinan, serta membangun solidaritas antarpelajar.

 

“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, menguji ketangkasan, mengasah kepemimpinan, serta memperkuat solidaritas anggota Palang Merah Remaja dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.

 

Sabil juga memberikan apresiasi atas kesiapan SMAN 22 Bone sebagai tuan rumah. Penataan lokasi perkemahan dan fasilitas peserta dinilai menunjukkan kesiapan sekolah dalam menggelar kegiatan berskala regional.

 

Bone Kenalkan Potensi Daerah kepada Peserta

 

Momentum VORCEA juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bone untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta yang datang dari berbagai wilayah.

 

Andi Akmal menjelaskan pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk memperkuat konektivitas dan mendorong Bone menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan bagian timur.

 

Pembangunan jalan strategis hingga rencana pengembangan Bandara Arung Palakka menjadi bagian dari upaya tersebut.

 

“Kami ingin Bone menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan bagian timur. Bone harus mampu menjadi bagian dari pusat pertumbuhan baru yang memberikan dampak bagi daerah-daerah di sekitarnya,” tegasnya.

 

Pembukaan VORCEA 2026 ditandai dengan penabuhan bedug dan penyematan kartu peserta kepada perwakilan kontingen.

 

Lebih dari sekadar kompetisi, VORCEA diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap meraih prestasi, tetapi juga siap mengulurkan tangan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

 

Sebab pada akhirnya, juara bisa dicapai dalam perlombaan, tetapi jiwa kemanusiaan adalah nilai yang harus dibawa pulang sepanjang kehidupan. (*)

Zatera News