Nelayan Bone Didorong Naik Kelas, Kuasai Teknologi hingga Bidik Pasar Ekspor

BONE 10 Sep 2026 17:35 4 min read 41 views By Aril

Share berita ini

Nelayan Bone Didorong Naik Kelas, Kuasai Teknologi hingga Bidik Pasar Ekspor
Sosialisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Nelayan pada kegiatan Pemberdayaan Nelayan Kecil dalam Daerah yang digelar di Ballroom Novena Hotel, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kamis (10/9/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Bone mulai mengarahkan pembangunan sektor perikanan ke level yang lebih tinggi. Nelayan tidak lagi hanya didorong menghasilkan tangkapan yang banyak, tetapi juga mampu menguasai teknologi, mengelola usaha secara profesional, hingga menciptakan nilai tambah dari hasil laut.

 

Gagasan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Nelayan pada kegiatan Pemberdayaan Nelayan Kecil dalam Daerah yang digelar di Ballroom Novena Hotel, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kamis (10/9/2026).

 

Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman itu diikuti sekitar 100 nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone.

 

Nelayan Tak Lagi Sekadar Penangkap Ikan

 

Pemkab Bone menilai masa depan sektor perikanan tidak cukup hanya bertumpu pada hasil tangkapan.

 

Nelayan didorong menjadi pelaku usaha yang mampu membaca peluang pasar, mengelola risiko usaha, memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan produk perikanan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

 

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Hj. Andi Nirwana, S.Pi., mengatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks.

 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap kreativitas nelayan semakin berkembang sehingga mampu melahirkan inovasi baru, sekaligus memahami pentingnya jaminan perlindungan bagi nelayan dalam menjalankan aktivitasnya," ujarnya.

 

Selain materi pengembangan usaha, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan kerja dan perlindungan sosial yang menjadi kebutuhan penting bagi profesi nelayan.

 

Bupati: Nelayan Kecil Jangan Merasa Dibatasi

 

Dalam arahannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa istilah "nelayan kecil" tidak boleh menjadi penghalang untuk berkembang.

 

Menurutnya, ukuran usaha saat ini bukanlah penentu masa depan. Yang terpenting adalah kemampuan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan peluang yang tersedia.

 

"Jangan melihat istilah nelayan kecil sebagai sesuatu yang membatasi. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang didapat hari ini bisa digunakan untuk meningkatkan usaha, menghemat biaya dan waktu, serta mengantisipasi berbagai risiko saat melaut," katanya.

 

Ia meminta para peserta tidak menjadikan kegiatan tersebut sekadar agenda seremonial, melainkan benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari.

 

Andi Asman juga mendorong nelayan untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi dan metode perikanan modern yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha.

 

"Ilmu yang kita dapatkan di sini dicatat dan diingat baik-baik. Pelajari juga hal-hal yang berbasis modern dan teknologi. Tujuan akhirnya adalah bagaimana ilmu tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan," tuturnya.

 

Pelabuhan Tonra Disiapkan Jadi Motor Industri Perikanan

 

Peningkatan kualitas SDM nelayan merupakan bagian dari strategi yang lebih besar dalam pengembangan sektor perikanan Bone.

 

Pemerintah daerah mulai menyiapkan ekosistem usaha yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

 

Salah satu peluang besar yang disiapkan adalah pengoperasian Pelabuhan Tonra yang diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan industri perikanan di daerah tersebut.

 

"Kalau Pelabuhan Tonra sudah beroperasi, kami akan berupaya mendorong berdirinya industri. Kami juga akan mengusulkan pengembangan desa nelayan, pengolahan rumput laut sendiri, serta industri-industri lainnya," jelas Andi Asman.

 

Menurutnya, potensi laut Bone yang besar harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah agar manfaat ekonominya lebih besar dirasakan masyarakat.

 

Dari Hilirisasi Menuju Pasar Internasional

 

Bupati Bone bahkan menargetkan hasil perikanan daerahnya mampu menembus pasar global.

 

Ia menilai produk perikanan tidak boleh berhenti sebagai komoditas mentah, melainkan perlu melalui proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang lebih modern.

 

"Mimpi saya, hasil bumi kita nantinya bisa diekspor ke luar negeri. Termasuk hasil perikanan, seperti daging ikan, yang dikemas semenarik mungkin sehingga memiliki nilai jual dan mampu bersaing di negara-negara lain," ungkapnya.

 

Jika konsep hilirisasi berjalan optimal, nelayan tidak hanya memperoleh keuntungan dari hasil tangkapan, tetapi juga dari rantai ekonomi yang lebih panjang mulai dari pengolahan hingga pemasaran.

 

Produktif, Aman dan Berkah

 

Di tengah dorongan modernisasi sektor perikanan, Andi Asman mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus berjalan beriringan dengan keselamatan kerja dan nilai-nilai spiritual.

 

Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga ikhtiar, doa, dan kepedulian sosial kepada sesama.

 

"Setiap melakukan kegiatan, jangan pernah tinggalkan ikhtiar dan doa. Yang paling penting juga adalah shalat dan bersedekah kepada tetangga maupun orang yang membutuhkan. Bekerjalah dengan keberkahan. Itu pesan orang tua saya," katanya.

 

Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

 

Andi Asman menegaskan seluruh program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah daerah bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia menilai kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijawab dengan program yang benar-benar memberikan manfaat langsung.

 

"Saya terpilih menjadi Bupati tentu karena ada kepercayaan dari bapak dan ibu semua. Karena itu, kami berkomitmen bagaimana uang rakyat dikembalikan kepada rakyat melalui program-program yang pro kepada masyarakat," tegasnya.

 

Melalui peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi, perlindungan kerja, hingga pengembangan industri hilir, Pemkab Bone berharap nelayan tidak hanya bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi mampu naik kelas menjadi pelaku usaha perikanan yang berdaya saing hingga pasar internasional. (*)

Zatera News