BupAAS Pasang Peringatan Keras: Bantuan Alsintan untuk Petani, Bukan untuk Diperjualbelikan

BONE 23 Jul 2026 16:37 2 min read 90 views By Yusnadi

Share berita ini

BupAAS Pasang Peringatan Keras: Bantuan Alsintan untuk Petani, Bukan untuk Diperjualbelikan
Di hadapan para penerima bantuan, Bupati yang akrab disapa BupAAS menegaskan bahwa alsintan merupakan aset yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

BONE, ZATERANEWS.COM – Di tengah upaya mendorong modernisasi pertanian, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengingatkan kelompok tani agar tidak menyalahgunakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan pemerintah.

 

Pesan itu disampaikan saat menyerahkan bantuan Alsintan Tahun 2026 kepada sejumlah kelompok tani di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Kamis (23/7/2026).

 

Di hadapan para penerima bantuan, Bupati yang akrab disapa BupAAS menegaskan bahwa alsintan merupakan aset yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

 

“Haram hukumnya jika diperjualbelikan. Saya percaya para kelompok tani akan memanfaatkannya sesuai peruntukannya,” tegas Andi Asman.

 

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa bantuan pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bone.

 

Menurut BupAAS, sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Bahkan, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Bone yang mencapai sekitar 7,8 persen berasal dari sektor ini.

 

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kapasitas petani melalui berbagai program, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian yang dapat membantu proses budidaya menjadi lebih cepat dan efisien.

 

“Pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Bagi Bone yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan, tantangan sektor pertanian saat ini tidak lagi sederhana. Perubahan iklim membuat musim tanam semakin sulit diprediksi, sementara biaya produksi terus mengalami peningkatan.

 

Kondisi tersebut menuntut adanya percepatan modernisasi pertanian agar petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

 

Pemanfaatan alsintan dinilai menjadi salah satu solusi yang dapat membantu petani mempercepat pengolahan lahan, mempercepat masa tanam dan panen, mengurangi kehilangan hasil panen, hingga meningkatkan pendapatan.

 

“Melalui pemanfaatan alsintan, kita ingin pertanian Bone semakin maju, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” kata Bupati.

 

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bone, Dandim 1407/Bone, Direktur Buah dan Hortikultura Kementerian Pertanian, para camat se-Kabupaten Bone, serta kelompok tani penerima bantuan.

 

Di balik penyaluran alsintan, Pemkab Bone ingin memastikan sektor pertanian tetap menjadi kekuatan utama ekonomi daerah. Karena itu, BupAAS menekankan pentingnya menjaga seluruh bantuan yang diberikan agar benar-benar digunakan untuk kepentingan bersama dan memberi manfaat jangka panjang bagi petani.

 

Dengan dukungan teknologi pertanian yang semakin memadai, Bone menargetkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu sentra produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. (*)

Zatera News