Dari Sawah Welado, Bupati Bone Pacu Revolusi Pertanian Modern untuk Pertahankan Status Lumbung Pangan

BONE 28 Jul 2026 19:18 3 min read 108 views By Yusnadi

Share berita ini

Dari Sawah Welado, Bupati Bone Pacu Revolusi Pertanian Modern untuk Pertahankan Status Lumbung Pangan
Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Bone sekaligus penyokong ketahanan pangan nasional.

BONE, ZATERANEWS.COM – Hamparan sawah di Desa Welado, Kecamatan Ajangale, Selasa (28/7/2026), menjadi titik awal penguatan pertanian modern di Kabupaten Bone. Di tengah semangat ratusan petani yang memadati area persawahan, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman memimpin langsung Gerakan Tanam Serempak melalui program Modern Advance Agriculture System (PM AAS).

 

Program tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bone dalam mempercepat transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan daya saing petani.

 

Didampingi para petani, Bupati Bone turun langsung ke sawah memulai proses tanam serempak dengan metode budidaya modern. Kehadiran orang nomor satu di Bone itu menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendampingi petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan daerah.

 

“Pertanian adalah penopang utama ekonomi Bone. Saya selalu senang bertemu dengan para petani karena mereka adalah kekuatan utama daerah ini,” ujar Andi Asman Sulaiman.

 

Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Bone sekaligus penyokong ketahanan pangan nasional. Karena itu, modernisasi pertanian dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar produktivitas terus meningkat di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

 

Ia berharap Bone mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah lumbung pangan terbesar di Indonesia.

 

“Semoga Bone terus mampu mempertahankan predikatnya sebagai lumbung pangan ketiga terbesar di Indonesia,” katanya.

 

Tak hanya berbicara soal peningkatan hasil produksi, Bupati juga menitipkan pesan kepada para petani agar keberhasilan di sektor pertanian dibarengi dengan perhatian terhadap pendidikan generasi penerus.

 

“Jangan hanya mengejar hasil panen yang tinggi. Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan regenerasi. Mari sekolahkan anak-anak kita setinggi mungkin agar mereka kelak dapat membawa kesejahteraan bagi keluarga,” pesannya.

 

Melalui PM AAS, pemerintah mulai menerapkan sistem budidaya berbasis teknologi, termasuk penggunaan alat tanam benih langsung (Atabela) dengan pola tanam rapat. Metode tersebut diyakini mampu mempercepat proses tanam, menekan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

 

Dukungan terhadap program tersebut datang dari Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan, Dr. Zainal Abidin. Menurutnya, PM AAS merupakan implementasi arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional berbasis teknologi modern.

 

“Sesuai instruksi Bapak Menteri Pertanian, target yang ingin dicapai minimal 10 ton per hektare. Kami berharap petani melaksanakan proses tanam dengan sebaik-baiknya agar target tersebut dapat terwujud,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan perluasan penerapan PM AAS hingga tiga juta hektare pada tahun mendatang. Untuk mencapai target tersebut, pendampingan dan penguatan kapasitas petani akan terus dilakukan agar pemanfaatan teknologi pertanian berjalan optimal.

 

Gerakan Tanam Serempak PM AAS di Desa Welado turut dihadiri Kepala BRMP Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, Wakil Ketua DPRD Bone Muh. Asrullah, Wakapolres Bone, Danyon Brimob, anggota DPRD Bone, jajaran OPD terkait, serta para petani dari berbagai wilayah.

 

Melalui program ini, Pemkab Bone berharap modernisasi pertanian tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat posisi Bone sebagai salah satu sentra pangan strategis nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Zatera News