Hari Mangrove Sedunia 2026, Mangrociety Satukan Warga, Pelajar dan Pemerintah Jaga Pesisir Bone

BONE 27 Jul 2026 23:00 2 min read 84 views By Yusnadi

Share berita ini

Hari Mangrove Sedunia 2026, Mangrociety Satukan Warga, Pelajar dan Pemerintah Jaga Pesisir Bone
Rangkaian kegiatan dimulai sehari sebelum puncak peringatan melalui program BelajarMI (Belajar Mangrove dan Konservasi) dan SemaiMI (Persemaian Bibit Mangrove). Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai pelindung alami pesisir sekaligus mengikuti praktik penyemaian bibit mangrove.

BONE, ZATERANEWS.COM – Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Kabupaten Bone tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Melalui gerakan Mangrociety (Mangrove Society), berbagai elemen masyarakat bersatu dalam aksi nyata menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Tonra.

 

Gerakan yang mengusung semangat kolaborasi ini melibatkan masyarakat, pelajar, pemerintah, aparat keamanan, hingga sektor swasta dalam upaya memperkuat kesadaran lingkungan dan menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

 

Rangkaian kegiatan dimulai sehari sebelum puncak peringatan melalui program BelajarMI (Belajar Mangrove dan Konservasi) dan SemaiMI (Persemaian Bibit Mangrove). Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai pelindung alami pesisir sekaligus mengikuti praktik penyemaian bibit mangrove.

 

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu dengan agenda BersihMI, yakni aksi pembersihan kawasan hutan mangrove dan pesisir yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program Adopsi Mangrove melalui penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Tonra.

 

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi bukti bahwa upaya konservasi lingkungan membutuhkan kerja bersama. Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bosowasi, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ulubila, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Camat Tonra, penyuluh perikanan Kecamatan Tonra, unsur Polsek dan Koramil Tonra, guru dan siswa UPT SMAN 10 Bone, serta masyarakat setempat.

 

Panitia pelaksana menilai keterlibatan lintas sektor menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif menjaga hutan mangrove yang selama ini berfungsi sebagai benteng alami pesisir, habitat berbagai biota laut, serta penyerap karbon yang berperan dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

 

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya Pelindo Maritim, Lil Art Production, serta para adopter mangrove yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove di Kabupaten Bone.

 

Melalui gerakan Mangrociety, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aksi konservasi lingkungan, sehingga keberadaan hutan mangrove tetap terjaga dan manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Zatera News