Kabar Baik dari Laut Bone, Terumbu Karang Tangkulara Tetap Sehat dan Bertambah 135 Fragmen Baru

BONE 26 Aug 2026 22:33 2 min read 109 views By Yusnadi

Share berita ini

Kabar Baik dari Laut Bone, Terumbu Karang Tangkulara Tetap Sehat dan Bertambah 135 Fragmen Baru
Terumbu karang hasil transplantasi di kawasan Tangkulara terpantau dalam kondisi sehat, bahkan kembali diperkuat dengan penanaman 135 fragmen karang baru melalui kegiatan konservasi dan monitoring yang digelar Selasa (25/8/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM — Upaya pemulihan ekosistem laut di pesisir Bone menunjukkan hasil menggembirakan. Terumbu karang hasil transplantasi di kawasan Tangkulara terpantau dalam kondisi sehat, bahkan kembali diperkuat dengan penanaman 135 fragmen karang baru melalui kegiatan konservasi dan monitoring yang digelar Selasa (25/8/2026).

 

Kegiatan tersebut melibatkan Uni Dive, Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone sebagai bagian dari kolaborasi menjaga keberlanjutan ekosistem laut di wilayah pesisir Bone.

 

Tim melakukan pemantauan terhadap perkembangan terumbu karang yang telah ditransplantasi sejak Agustus 2025. Hasil pengamatan menggunakan Coral Health Chart menunjukkan kondisi karang masih berada dalam kategori baik dan tumbuh secara positif.

 

Data monitoring mencatat sebanyak 64,29 persen karang berada pada Coral Colour Score 5, kemudian 28,57 persen pada skor 4, dan 7,14 persen pada skor 6. Yang lebih menggembirakan, tim tidak menemukan indikasi coral bleaching atau pemutihan karang pada area yang dipantau.

 

Selain memeriksa kesehatan karang, kegiatan juga diisi dengan penambahan sembilan unit spider frame sebagai media transplantasi baru. Setiap frame ditanami 15 fragmen karang sehingga total terdapat 135 fragmen karang yang ditanam untuk memperluas area pemulihan ekosistem bawah laut.

 

Perawatan rutin turut dilakukan dengan membersihkan makroalga yang berpotensi menghambat pertumbuhan karang muda. Langkah tersebut penting untuk memastikan tingkat keberhasilan transplantasi tetap tinggi dan mendukung perkembangan koloni karang baru.

 

Program konservasi ini merupakan bagian dari penerapan Nature-based Solutions, pendekatan pemulihan lingkungan yang memanfaatkan proses alami ekosistem dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas konservasi, akademisi, penyelam hingga masyarakat.

 

Kawasan Tangkulara sendiri dinilai memiliki potensi besar menjadi lokasi percontohan konservasi terumbu karang di Kabupaten Bone. Selain berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut, kawasan tersebut juga berpeluang dikembangkan sebagai pusat edukasi lingkungan dan destinasi wisata bahari berkelanjutan.

 

Melalui monitoring, perawatan, dan penambahan transplantasi secara berkala, para pegiat konservasi berharap ekosistem laut Tangkulara terus pulih dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

 

Penambahan 135 fragmen karang baru menjadi bukti bahwa upaya menjaga kekayaan laut Bone terus berjalan, sekaligus menguatkan harapan lahirnya kawasan konservasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di masa depan. (*)

Zatera News