Pernah Putus Sekolah dan Angkat Ikan, Muslimin Kini Jadi Doktor Pertama di DPRD Bone

BONE 01 Sep 2026 18:31 3 min read 48 views By Yusnadi

Share berita ini

Pernah Putus Sekolah dan Angkat Ikan, Muslimin Kini Jadi Doktor Pertama di DPRD Bone
Anggota DPRD Kabupaten Bone dari Partai NasDem, DR. H. Muslimin, S.E., M.M

BONE, ZATERANEWS.COM — Jalan hidup H. Muslimin, S.E., M.M., menuju gelar doktor tidak dimulai dari ruang kuliah yang nyaman. Ia pernah putus sekolah sekitar dua tahun karena keterbatasan biaya, bekerja sebagai buruh angkat ikan hingga melaut, dan bahkan pernah merasakan masa ketika keluarganya tidak memiliki beras untuk dimasak.

 

Kini, lelaki yang pernah bergulat dengan kerasnya kehidupan itu menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen.

 

Anggota DPRD Kabupaten Bone dari Partai NasDem tersebut resmi menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ia mengikuti Wisuda Pascasarjana UMI, Jumat (28/8/2026).

 

Muslimin tercatat sebagai doktor pertama dari 45 anggota DPRD Kabupaten Bone.

 

Bukan hanya gelar yang diraihnya. Pendidikan doktoral itu dituntaskan dengan predikat cumlaude, dengan nilai ujian 92,5 atau A dan IPK 3,99.

 

Dalam ujian doktoralnya, Muslimin mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompetensi Digital dan Keadilan Organisasi terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara melalui Kepuasan Kerja di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bone.”

 

“Alhamdulillah, ini suatu kesyukuran dapat menyelesaikan studi di tengah kepadatan agenda legislatif,” ujar Muslimin, Jumat (28/8/2026).

 

Namun, capaian akademik itu menjadi jauh lebih bermakna jika melihat perjalanan hidup yang dilaluinya.

 

Muslimin bukan berasal dari kehidupan yang serba berkecukupan. Ketika biaya pendidikan tak lagi mampu ditanggung keluarga, sekolahnya sempat terhenti selama kurang lebih dua tahun.

 

Untuk bertahan hidup, ia bekerja di berbagai bidang. Ia pernah berjualan jagung dan langsat, menjadi buruh ikan hingga ikut melaut.

 

Saat duduk di bangku SMA, Muslimin bahkan bekerja sebagai buruh angkat ikan di pelelangan ikan Sinjai.

 

Ada masa yang lebih sulit lagi. Ia mengenang ketika keluarganya pernah tidak memiliki beras untuk dimasak.

 

Tetapi kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar pendidikan.

 

Setelah masa sulit itu, Muslimin kembali melanjutkan sekolah. Pendidikan yang sempat tersendat kemudian terus ia tempuh hingga menyelesaikan pendidikan tinggi dan akhirnya mencapai jenjang doktoral.

 

Dari buruh angkat ikan hingga ruang akademik, perjalanan itu kini membawanya ke titik yang mungkin sulit dibayangkan pada masa ketika ia harus bekerja demi bisa bertahan hidup.

 

Muslimin menyebut pencapaiannya bukan semata hasil kerja keras pribadi. Di balik gelar doktor yang diraihnya, ada doa, pengorbanan dan dukungan keluarga serta banyak pihak yang mendampinginya selama menempuh pendidikan.

 

Kini, gelar doktor tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan DPRD Bone. Bukan hanya karena ia menjadi doktor pertama di antara 45 legislator, tetapi karena gelar itu lahir dari perjalanan panjang seorang anak yang pernah terpaksa meninggalkan bangku sekolah demi bertahan hidup.

 

Kisah Muslimin menunjukkan bahwa putus sekolah tidak harus menjadi titik akhir. Jalan boleh terhenti karena keadaan, tetapi cita-cita masih bisa dilanjutkan ketika seseorang memilih untuk kembali bangkit dan belajar.

 

Dari pelelangan ikan Sinjai, perjalanan itu akhirnya sampai ke panggung doktoral. (*)

Zatera News