Sidak Puskesmas, Bupati Bone Soroti Minimnya Penyuluh Gizi di Desa

BONE 07 Jul 2026 17:09 2 min read 127 views By Yusnadi

Share berita ini

Sidak Puskesmas, Bupati Bone Soroti Minimnya Penyuluh Gizi di Desa
Meski mengapresiasi kondisi kedua puskesmas yang dinilai tertata baik, memiliki personel lengkap, serta lingkungan kerja yang bersih, Andi Asman menilai upaya peningkatan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan pengobatan.

BONE, ZATERANEWS.COM – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, ke Puskesmas Usa dan Puskesmas Ulaweng, Selasa (7/7/2026), tidak hanya menyoroti pelayanan kesehatan. Di balik kunjungan itu, Bupati menemukan satu pekerjaan rumah yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius, yakni keterbatasan tenaga penyuluh gizi hingga tingkat desa.

 

Meski mengapresiasi kondisi kedua puskesmas yang dinilai tertata baik, memiliki personel lengkap, serta lingkungan kerja yang bersih, Andi Asman menilai upaya peningkatan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan pengobatan.

 

Menurutnya, langkah pencegahan harus diperkuat melalui edukasi yang menyentuh langsung masyarakat di tingkat desa.

 

“Alhamdulillah, personel lengkap dan kantor bersih. Ini harus terus dipertahankan sebagai bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Andi Asman saat meninjau puskesmas.

 

Namun, ia menegaskan bahwa tantangan kesehatan saat ini bukan hanya soal pelayanan medis, melainkan bagaimana masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang pola makan sehat dan pemenuhan gizi keluarga.

 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone mendorong penambahan tenaga penyuluh gizi dengan target ideal satu desa memiliki satu penyuluh yang aktif melakukan pendampingan dan edukasi kepada warga.

 

“Kita dorong petugas gizi, sebaiknya satu desa satu penyuluh gizi,” tegasnya.

 

Menurut Bupati, penyuluh gizi memiliki peran penting dalam menekan berbagai persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan daerah, termasuk stunting, gizi buruk, hingga rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang sehat.

 

Ia menilai edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperhatikan kecukupan protein dan karbohidrat, serta memastikan bahan pangan yang dikonsumsi aman dan bebas dari kontaminasi berbahaya.

 

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Masyarakat harus mendapatkan edukasi tentang pentingnya mengonsumsi pangan yang cukup, dengan keseimbangan protein dan karbohidrat, serta memastikan bahan pangan yang dikonsumsi tidak terkontaminasi pestisida,” katanya.

 

Menurut Andi Asman, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas kesehatan yang tersedia, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga sejak dini.

 

Karena itu, penguatan edukasi gizi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.

 

Sidak tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Bone mulai memberi perhatian lebih besar pada aspek pencegahan penyakit dan penguatan literasi kesehatan masyarakat, bukan sekadar pelayanan kuratif di fasilitas kesehatan. (***)

Zatera News